Selasa, 14 Oktober 2008

PROSES KERJA JARINGAN

Proses kerjadalam jaringan adalah seperti kita berkomunikasi dengan orang lain. Misalnya Anda ingin orang lain mengambilkan sesuatu, Anda akan bebicara kepadanya untuk meminta bantuan, lalu orang tersebutakan mengambilkan (atau meminta lagi orang lain untuk mengambilkannya), dan memberikan barang yang diminta kepada anda.

Banyak cara dilakukan oleh komputer untuk saling berhubungan dalam sebuah jaringan. Proses kerja jaringan tak melulu berkondisi dimana sebuah server menjadi pengontrol dan penyedia jasa untuk semua client yang ada, dimana prosesnya memilki strata. Client dan server seakan-akan tampil layaknya bawahan dan atasan. Namun ada juga jenis hubungan yang kata pepatah “ berdiri sama tinggi, duduk sama rendah”.

Secara umum, ada dua jenis hubungan antara server dan client dalam membentuk jaringan, yaitu pola server-client dan peer-to-peer. Jika server-client adalah konsep hubungan atasan dan bawahan, konsep hubungan peer-to-peer adalah hubungan sama rata antar pegawai.


Server-Client

Server-client atau sering disebut pola dedicated server adalah konsep jaringan standar, dimana sebuah server menjadi pusat kelola dan administrator bagi sekumpulan komputer-komputer client. Client akan memerintah server untuk melakukan sesuatu, dan server akan memproses perintah lalu membuat responnya.

Bentuk server dan client ini muncul secara fisik, maksudnya ada PC yang dikhususkan hanya untuk menjalankan fungsi server, dan komputer lain hanya berlaku sebagai client. Semua proses hubungan antarkomputer harus melalui server, tidak bisa terjadi secara langsung.


Peer-to-peer

Sebagaimana tujuan jaringan yaitu interkoneksi untuk mencapai tujuan bersama, ada juga fungsi jaringan yang bernama peer-to-peer atau yang lebih dikenal grup kerja (workgroup). Dalam workgroup, komputer yang terhubung semua berlaku sebagai client sekaligus server. Semuanya mempunyai level yang sama dalam hal otoritas, bertujuan untuk saling berbagi (sharing) baik file, printer, bahkan koneksi internet.

Sebagai contoh, disebuah jaringan komputer terdapat lima komputer yang masing-masing di labeli A,B.C,D dan E. Seluruhnya memberi hak akses terhadap data-data yang dimilikinya.

Pada suatu saat, A mengakses file dari B bernama data.doc dan juga memberi akses file dokumen.doc kepada C. Pada saat A mengakses file dari B,A berfungsi sebagai client sedangkan saat A memberi akses file ke C, A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan A pada saat bersamaan. Karena itu, jaringan seperti ini dinamakan peer-to-peer.

Untuk manajemen keamanan komputer dalam jaringan peer-to-peer, keamanan atau otorisasi diatur di setiap komputer.Oleh karena itu peer-to-peer ini cocok dipakai pada komputer rumahan, kantor-kantor yang mempunyai pengguna sedikit, warnet, serta penggunaan jaringan komputer dalam lingkup yang kecil.
aulia_rahman

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum

Salam Sejahtera bagi Kita Semua

Hallo teman2

gimana?

da siap untuk acara hari jum'at??

semoga suksess!!!!!!!

Hidup indonesia

Merdeka Atau Mati

hidup mulia Atau mati sebagai syuhada

satpam mengatakan...

Semuanya siap sedia pada hari JUMAT
Telah berhasil Panitia, Himatel, dan Senior yang lain.

Terima Kasi atas kerja samanya

Maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dari aku